My Perspective

Bio

Screen Shot 2021-11-21 at 03.34.34.jpg
  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Instagram

Saya selalu ingat, momen 20 thn yang lalu saat kata ‘galau’ belum se-ngetop saat ini di bumi pertiwi, Sering kali saya tercenung dalam kehidupan untuk mencari ke arah mana saya akan melangkah. Rasa itu tidak enak. Rasa tidak mengenal diri sendiri, rasa saat suara orang lain bergaung begitu keras mengalahkan suara sanubari hati kecil. Rasa kebingungan dan ketakutan bahwa pilihan hidup yang akan kita ambil adalah kesalahan. 

 

Kehidupan saya penuh dengan lompatan-lompatan kehidupan yang cukup ‘ajaib’. Memilih bidang bisnis marketing di kuliah karena sesederhana, ga tau harus pilih apa lagi. Dan tambah bidang logistik karena punya cita-cita pengen kerja di Amerika setelah lulus supaya ROI duit sekolah yang mahal bisa terbayar. Setelah tercapai, kemudian menemukan di satu waktu bahwa saya ga bisa bekerja hanya dengan barang, pulang ke Indonesia memulai karir di perusahaan keluarga dengan penuh idealisme. Lalu memutuskan untuk re-start karir sebagai MT tertua di Unilever dan pindah 

 

Namun, seiring berjalannya waktu - saya beruntung karena saya (mencari) dan menemukan orang-orang hebat yang mau membimbing saya. Saya punya banyak mentor kehidupan, memilih untuk memiliki banyak role model untuk setiap aspek kehidupan yang berbeda-beda.  Saya sebagai profesional, sebagai HR/marketeers/supply chain, ataupun sebagai seorang wanita bekerja.